Komoditi Unggulan
Kriteria Prioritas Bidang Unggulan
Salah satu kriteria penentuan bidang usaha unggulan adalah berorientasi pasar dan berbasis sumber daya lokal spesifik. Disamping itu jumlah dan jenisnya akan sangat banyak, sehingga diperlukan proses penapisan bidang usaha unggulan. Proses ini sangat berguna untuk menyeleksi secara dini bidang usaha apa saja yang memiliki potensi unggulan di wilayah yang di studi. Bidang usaha yang dianalisis didasarkan atas potensi existing di wilayah penelitian. Calon atau kandidat bidang usaha unggulan yang ditetapkan ditelusuri dari tingkat hingga kabupaten hingga kecamatan. Penetapan calon komoditas unggulan didasarkan atas data skunder maupun primer dan dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya : (1). Survey, (2). Wawancara dengan para stakeholder didaerah, (3). Melakukan penumpulan data dan informasi dari berbagai sumber kepustakaan atau literatur lainnya di daerah. Selain mengenai jenis bidang usaha, wawancara juga menangkap alasan alasan yang dikemukakan oleh para pejabat terkait menyangkut pemilihan suatu bidang usaha sebagai bidang usaha unggulan diwilayah.
Agar penentuan bidang usaha unggulan dapat dilaksanakan secara tepat, beberapa aspek yang menjadi dasar analisis penentuan komoditas dan wilayah pengembangan komoditas unggulan. Disamping itu, bahwa seluruh prasyarat kunci harus dikaji keberadaan maupun keterkaitannya diantara masing-masing prasyarat tersebut, karena didalamnya memuat kriteria-kriteria penetapan bidang usaha unggulan.
1 Bidang usaha tersebut telah dikenal oleh masyarakat
Kriteria ini mencerminkan bahwa secara sosial bidang usaha yang telah diusahakan dapat diterima oleh masyarakat setempat, sehingga apabila kita ingin mengembangkan bidang usaha tersebut tidak akan mengalami kesulitan. Trend pruduksi bidang usaha dapat digunakan sebagai indikator tingkat keberlanjutan pengusahaan bidang usaha unggulan di suatu wilayah yang terkait dengan tingkat kesesuaian agroekologi, situasi supply dan demand pasar, daya dukung infrastruktur dan sarana prasarana penunjang, tingkat penerimaan masyarakat terhadap bidang usaha unggulan, luas areal pengembangan dan tingkat pruduktifitas, serta kontribusi bidang usaha unggulan terhadap wilayah bersangkutan. Banyak sekali faktor yang menyebabkan suatu bidang usaha maupun pengusahanya, seperti karena faktor-faktor yang telah disebut diatas. Oleh karenanya analisis trend merupakan indikator yang penting sebagai salah satu kriteria dalam penetapan bidang usaha unggulan.2 Memiliki sumbangan yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat
Era globalisasi seperti sekarang ini menuntut adanya kemampuan bersaing yang tinggi pada dasar dalam negri maupun internasional. Hal ini berarti bahwa bidang usaha unggulan yang ditetapkan harus dapat bersaing dengan bidang usaha yang sama dari daerah lainnya. Kemampuan bersaing suatu bidang usaha dengan bidang usaha lain didaerah yang sama atau dengan bidang usaha yang sama didaerah lain dapat diketahui dengan menggunakan indikator pendapatan yang diperoleh dari pengusaha bidang usaha lain dan masyarakat di daerah yang sama atau dengan bidang usaha yang sama dari daerah lain dengan menggunakan indikator pendapatan yang diperoleh dari pengusaha dan masyarakat bersangkutan. Hal ini menunjukan bahwa pendapatan dapat digunakan sebagai indikator kemampuan bersaing dari bidang usaha yang bersangkutan. Jadi bidang usaha yang akan dikembangkan harus memiliki sumbangan yang signifikan terhadap kesejahteraan pelaku bisnis dan masyarakat setempat.3 Sesuai dengan agroekologi lokasi yang akan dijadikan wilayah pengembangan
Kesesuaian bidang usaha dengan kondisi agroekologi dapat diketahui salah satunya adalah dengan indikator tingkat produktifitas. Hal ini disebabkan oleh : (1). Tinggi atau rendahnya produktifitas dapat digunakan sebagai indikator kesesuaian lahan dan agroklimat ( agroekologi ) terhadap bidang usaha bersangkutan. (2). Tinggi rendahnya tingkat aplikasi teknologi didaerah bersangkutan.
Indikator kesesuaian agroekologis ini sangat penting karena keunggulan suatu bidang usaha sangat ditentukan oleh kesesuaian agroekologis yang terdiri dari kelas lereng, ketinggian ( elevasi ), kelengasan dan drainase.
Jenis bidang usaha yang diusahakan harus sesuai dengan arahan bidang usaha berdasarkan agroekologi. Hal ini diperlukan untuk : (1). Mencapai efesiensi produksi dan kelestarian atau keberlanjutan pegusahaan, dan (2). Mencegah terjadinya degradasi sumber daya agroekologi setempat. Jika suatu bidang usaha didaerah yang satu mempunyai sumber daya agroekologi setempat. Jika suatu bidang usaha didaerah yang satu mempunyai produktifitas yang lebih tinggi dibanding didaerah lainnya maka dapat dikatakan bahwa daerah tersebut memiliki kesesuaian lahan dan agroklimat (agroekologi) yang lebih tinggi dari daerah lainnya bagi komoditas tersebut. Namun demikian, terdapat hal yang sangat perlu diperhatikan yaitu bahwa tingkat produktivitas antara bidang usaha yang satu disuatu daerah tidak dapat dibandingkan dengan bidang usaha lainnya didaerah lain, karena adanya faktor kesesuaian agroekologis ini. Oleh karena itu untuk menentukan bidang usaha yang lebih diunggulkan digunakan patokan produktivitas ideal.
Produktifitas ideal dapat diketahui dengan menghitung produktivitas tertinggi yang dapat dicapai oleh suatu daerah baik berdasarkan pengalaman petani / peternak / nelayan / pengusaha atau berdasarkan hasil penelitian spesifik lokasi. Makin dekat senjang antara produktifitas rata rata yang dicapai disuatu daerah dengan produktifitas idealnya, maka makin unggul bidang usaha tersebut.
4 Memiliki potensi pasar dan peluang pasar ekspor
Bidang usaha unggulan harus memiliki pasar yang jelas saat ini dan memiliki prospek cerah pada masa yang akan datang. Disamping itu untuk tujuan penetapan strategi pengembangan, adanya pasar yang jelas dari suatu bidang usaha akan menggerakan petani, nelayan maupun peternak dan pengusaha untuk mengusahakan bidang usaha secara komersial. Disamping itu, pasar yang jelas dikaitkan dengan potensi kesesuaian agroekologis akan dapat mengarahkan suatu wilayah tertentu melakukan spesialisasi, sehingga muncul perdagangan antar wilayah yang pada akhirnya menjadi salahsatu penggerak perekonomian daerah tertentu pula. Semakin besar jumlah bidang usaha yang akan dipasarkan disuatu wilayah akan menunjukan kemampuan bersaing bidang usaha tersebut dipasaran, karena pangsa pasar bidang usaha tersebut semakun tinggi.Berkaitan dengan penetapan strategi pengembangan bidang usaha, indikator ini sangat penting artinya, apakah untuk promosi ekspor, substitusi impor, ataun mungkin hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik. Secara umum orientasi pasar dapat dikelompokan kedalam : (a) Orientasi pasar lokal dalam wilayah kabupaten dan dalam wilayah propinsi dan (b) Orientasi pasar domestik yaitu luar wilayah propinsi dan antar pulau,dan (c ) Orientasi pasar dunia atau ekspor. Bidang usaha unggulan padi dan palawija, buah buahan serta ternak pada umumnya diarahkan sebagai komoditas substitusi impor, sehingga orientasi pasar utamanya adalah pasar lokal atau domestik. Dilain pihak bidang usaha sayuran, perkebunan dan perikanan khususnya tambak dan laut pada umumnya merupakan komoditas untuk promosi ekspor, sehingga memiliki orientasi pasar utama luar negri atau dunia. Baik dalam kerangka promosi ekspormaupun substutusi impor, besar atau kecilnya polume perdagangan suatu bidang usaha sangat berpengaruh terhadap perekonomian daerah, yaitu terhadap peluang berusaha, kesempatan kerja dan keterkaitan dengan subsektor lainnya khususnya antara sektor pertanian dengan industri, serta perdagangan dan jasa-jasa dalam menggerakan perekonomian daerah. Semakin tinggi volume perdagangan, semakin tinggi peranan komoditas tersebut bagi perekonomian daerah.
5 Mempunyai dukungan kebijakan pemerintah dalam bidang bidang teknologi, prasarana, infrastruktur, kelembagaan, permodalan, pemasaran dan lainnya.
Dukungan kebijakan ini penting, karena tidak semua infrastruktur dapat disediakan sendiri oleh para pelaku bisnisbaik pengusaha maupun masyarakat pada umumnya. Dukungan yang sangat diperlukan adalah dukungan pasar, baik pasar input maupun pasar output. Faktor-faktor pendukung yang lainsepertidukungan kelembagaan, teknologi, modal, sarana dan prasarana angkutan serta sumberdaya manusia yang tersedia didaerah bersangkutan, juga turut menentukan keunggulan suatu bidang usaha. Faktor-faktor pendukung tersebut dapat memberikan rangsangan bagi pelaku bisnis untuk terus meningkatkan hasilnya.disamping itu pelaku juga akan menjadi lebih dinamis dalam berusaha, mengolah hasil, berdagang atau kegiatan lainnya.
6 Sesuai dengan arah dan perencanaan pembangunan daerah ( visi dan misi pembangunan daerah )
Penentuan bidang usaha unggulan harus sesuai dengan arah dan perencanaan pembangunan daerah. Untuk itu, menjadi sangat penting sebagai pelaku bisnis untuk memahami visi dan misi pembangunan daerah.7 Memiliki kelayakan investasi dan finansial yang baik
Kriteria ini sangat penting, karena setiap bidang usaha unggulan yang ditetapkan harus layak secara finansial maupun ekonomi agar para pengusaha atau investor serta masyarakat tertarik untuk mengusahakan bidang usaha tersebut. Apabila bidang usaha terpilih tersebut tingkat kelayakannya rendah meskipun merupakan bidang usaha strategis, maka harus diusahakan sendiri oleh pemerintah. Bagi ekonomi dan keuangan negara hal ini tadak efesien.
Proses Penjaringan Bidang Usaha Unggulan
Hasil identifikasi bidang usaha potensial yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, selanjutnya berdasarkan kriteria bidang usaha unggulan dilakukan pembobotan dan skoring untuk menentukan prioritas bidang usaha unggulan yang layak dikembangkan.
Berdasarkan hasil analisis melalui penjumlahan jumlah bobot dan skoring, maka terpilih bidang usaha unggulan yang tergolong menjadi 4 prioritas (buka di sub menu).